Jurnalis Senior Nilai Molototcom Hasanah Bikin Penasaran

Jabarhasanah.com-Pelayanan terhadap masyarakat yang kurang maksimal dari aparatur sipi negara (ASN) seringkali menjadi keluhan banyak pihak. Selain itu praktik korupsi yang melibatkan para pejabat di daerah, menjadi persoalan yang harus diatasi oleh pemimpin daerah. Maka harus diberikan pengawasan secara ketat yang melibatkan masyarakat agar pembangunan di daerah berjalan sesuai korider.

“Dan tentu saja harus melibatkan masyarakat sebagai bentuk pembangunan yang partisipatif,” ungkap Calon Gubernur Jawa Barat Nomor Urut 2 TB.Hasanuddin, usai mengikuti sesi taping Kandidat Bicara di salah satu Televisi Nasional di Jakarta.

Dengan meluncurkan molototcom yang berbasis teknologi informasi, yakni aplikasi android dan website, diharapkan masyarakat ikut terlibat dalam perencanaan dan program yang dilakukan oleh Pemerintah Jawa Barat.

Pria yang pernah jadi pengawal Gusdur itu, melanjutkan, sistem pengawasan program Molototcom akan dibuatkan website pengaduan. Bisa melalui internet, via Whatsaap (WA) dan juga pesan singkat (SMS).

“Supaya sistem sarana prasarana pengaduan Molototcom bisa dengan cepat diakses masyarakat dan tidak susah digunakanya,” tandasnya.

Program Molototcom yang diluncurkan Pasangan Calon (Paslon) Hasanuddin-Anton ini membuat penasaran Jurnalis Senior, Abdul Kohar yang menjadi panelis dalam acara Kandidat Bicara, MetroTV, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Kamis(7/6).

Menurut Abdul Kohar, Molototcom adalah program yang sangat bagus, dan membuat penasaran karena namanya yang kelokalan. Abdul Kohar kemudian meminta penjelasan Kang Hasan dan Kang Anton.

Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Jawa Barat, Kang Anton mengungkapkan, program Molototcom adalah untuk menciptakan pengawasan kinerja Pemerintah Daerah (Pemda) maupun kerja Gubernur dan Wakil Gubernur. Dengan begitu, Kata Purnawirawan Jendral Polisi Bintang Dua, masyarakat juga bisa melaporkan semua keluhan mengenai kinerja Pemda maupun kerja Gubernur dan Wakil Gubernur yang menyalahi aturan.

“Karena kita ingin berkerja secara transparan, dan keterbukaan publik,” jelas Kang Anton.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here